Kamis, 02 Januari 2014

Ketika Kita Mulai Saling Menyapa dengan Sajak-Sajak Sederhana

8 komentar
Credits

Senja hari dipeluk hujan. Aku termenung di depan layar putih. Iya, udara yang dingin membuatku betah berlama-lama di tempat tidur. Sehari itu aku habiskan dengan membaca dan berselancar di dunia maya. "Ah, memang tak ada teman sejati hari ini selain laptop hitam kesayanganku" gumamku pelan. Kutatap jendela kamar, lekat-lekat kuperhatikan embun hujan disana. Tiba-tiba aku berpikir. Sepertinya bagus jika aku berkicau tentang apa saja yang aku rasakan hari ini. Perihal kegundahan hati maupun kebahagiaan yang sepi.

Kubuka akun twitterku. Kutuliskan beberapa kalimat, entah itu sajak atau hanya gumaman lewat saja. 
Terima kasih, sudah membuatku jatuh ke dalam. 
Masih merindukan moment-moment kala aku duduk di samping jendela, menatapmu yang kian berlalu dari kereta.  
Karena tak mudah menyimpan cinta dalam diam dan mencintaimu hanya dengan sebuah tulisan. 
Ketika masa lalu mulai memasung waktu di dada, aku terdiam. Antara mati atau menusuk mata.
Tapi, hal yang tak terduga terjadi. Ada salah satu akun yang me-reply tweetku tersebut. Aduh, sejenak aku minder dan malu. Bagaimana tidak, ketika kulihat ava-nya, ia seorang perempuan berparas cantik. Ragu-ragu, mataku mulai penasaran mencari. Siapa sih perempuan ini? Deg! Aku kaget, untungnya tak sampai mental ke dinding. Ternyata ia berasal Bandung dan ia seorang penulis! Antara gembira dan bimbang. Gembira karena ada penulis yang me-reply tweetku, bimbang karena tak tahu mau membalas tweetnya dengan kata-kata apa. Iya, kebimbangan timbul karena kelebihan dirinya yang sebagai penulis itu.

Pelan-pelan kuatur napas. Menghembuskannya pelan diselingi dengan harap. Semoga semesta ide memilihku untuk menuliskannya. Alhasil, bak seorang laki-laki dingin yang kelihatannya keren (padahal tidak) terjadilah percakapan sederhana di antara kita.

@gubukteduh: 
Ketika masa lalu mulai memasung waktu di dada, aku terdiam. Antara mati atau menusuk mata.
*tak lama kemudian*

@Agyasaziya_R → @gubukteduh
Ketika masa lalu berkelakar dengan cinta, aku membisu. Antara koma atau atau berperan ambigu.
@gubukteduh → @Agyasaziya_R
Ah, tak lain sama, seperti itu. Sekadar mengambil waktu untuk mengaku. Kamu dan masa lalu, ialah cintaku, dulu.
@Agyasaziya_R → @gubukteduh
Aku masih di tempat itu, dimana dirimu dan remah-remah kenangan yang kupinjamkan, masih ada tanpa sembilu.
@gubukteduh → @Agyasaziya_R
Tak pernah kukira itulah kenyataan. Ketika kuputuskan mengantar pergi kenangan, meninggalkan. Maafkan aku kesayangan.
@Agyasaziya_R → @gubukteduh
Kenangan masih di rantai mimpi. Mimpi yang kau rajut dengan pola filosofi...tapi tanpa aku, yang kau ajari bagaimana menjejak dan berdiri.
@gubukteduh → @Agyasaziya_R
Kini...aku tahu tafsir mimpi tadi malam. Ketika kamu datang mengenakan kerudung hitam. Berkilau, namun terpejam.
@Agyasaziya_R → @gubukteduh
Ahh, lama sekali dirimu sadar. Aku selalu datang setiap malam. Melihatmu dari jendela, menginginkanmu seperti tafsir satu rindu.
@gubukteduh → @Agyasaziya_R
Biarkan seperti itu. Kini kita tak mungkin bersatu, melawan waktu. Aku hanya bisa merajut rindumu, memakainya sebagai baju.
@Agyasaziya_R → @gubukteduh
Aku tahu. Tapi hela napas ini masih ingin sependapat dengan hati. Kamu...milikku, meski harus kuserahkan pada masa lalu.
@gubukteduh → @Agyasaziya_R
Dekaplah dirimu kuat dengan keikhlasan. Perlahan, kamu akan melangkah menuju kebahagiaan. Aku akan mengantarkan, melambaikan tangan.
@Agyasaziya_R → @gubukteduh
Coba saja kau lepaskan aku, tunggu sampai satu belati merebut urat nadimu

---The End---

Setelah tweet darinya itu, aku menutup percakapan dengan kata "The End". Tak kusangka ia membalasnya dengan tawa dan canda ("hahaha the end mulu ah"). Sejenak aku membayang. Dirinya lucu, penuh tawa dan keceriaan. Aku sebenarnya penasaran, hehe. Terima kasih kak @Agyasaziya_R atas kesediaannya menyapa diriku ini yang tak sekadar tumpukan kata-kata usang. Kata-kata kakak seperti mata air yang melepaskan kedahagaan, kesederhanaan yang selalu memberikan manfaat dan kehidupan. Terima kasih telah menyisipkan sedikitnya ruh pada sajak sederhana. Membuat mereka tak hanya indah dibaca mata tapi hidup sebagai sebuah kisah. Salam yang paling sopan kuberikan dengan tulus dari palung jiwa yang paling dalam. Kepada perempuan indah pemilik dekap kata paling setia. Apa mungkin di kehidupan mendatang kita dan kata-kata bisa menjadi sebuah cerita?


Makassar, 31 Desember 2013

Read full post »

Minggu, 15 Desember 2013

Klub Buku Makassar: Livetweet bersama Chatreen Moko

0 komentar
Sekitar lima hari yang lalu, Senin, 9 Desember 2013 pukul 20.00 WITA, di jejaring sosial Twitter, akun @KlubBuku_MKS menggelar acara livetweet bersama kak Chatreen Moko, penulis buku Broken Home  Broken Dreams. Livetweet yang diadakan Klub Buku Makassar ini termasuk salah satu tantangan #KBMaward minggu kedua dari klub buku itu sendiri. Apa itu #KBMaward? #KBMaward adalah sebuah event khusus dari KBM (semacam) penghargaan kepada followers yang aktif dan kreatif. Dalam #KBMaward, Klub Buku Makassar memberikan tantangan-tantangan berbeda tiap minggunya, ada hadiahnya juga lho. Untuk tahu lebih lengkap tentang #KBMaward cek aja favorites @KlubBuku_MKS di twitter ya.

Livetweet malam itu membahas tentang penulis dan bukunya, Broken Home ≠ Broken Dreams. Sebagai awalan, admin menerangkan bahwa buku Broken Home  Broken Dreams merupakan kumpulan cerita pendek tentang kisah-kisah broken home. Penulisnya sendiri adalah Chatreen Moko, biasa dipanggil Moko yang kini masih kuliah semester satu (masih muda kan?). Admin @KlubBuku_MKS juga menyebutkan sedikit alasan mengapa penulis akhirnya menulis buku ini. Penulis mengaku bahwa buku ini dibuat tak lain karena dorongan dari para follower akun @Broken_homeINDO yang dibuatnya.

Setelah admin @KlubBuku_MKS usai menerangkan aturan livetweet malam itu, ya udah pastinya bom mention membanjiri akun @KlubBuku_MKS. Tak sedikit dari para follower @KlubBuku_MKS yang langsung bertanya pada kak Moko tentang bukunya maupun tentang kesan pribadinya saat menulis buku tersebut. Nih, berikut tanya jawab seputar buku Broken Home  Broken Dreams yang dimoderatori oleh admin @KlubBuku_MKS :


1. Kesulitan-kesulitan apa yang kamu dapatkan ketika menggarap buku ini? @KlubBuku_MKS

Kesulitannya waktu menyeleksi dan proses editing naskah-naskah yang masuk, soalnya cukup banyak yang berpartisipasi.


2. Buku Broken  Home Broken Dreams itu termasuk buku fiktif atau berdasarkan fakta yang terjadi di sekitar? @SendalUkir

Buku Broken Home ≠ Broken Dreams itu true story. Ada kisah hidup saya dan beberapa followers @Broken_homeINDO


3. Kata orang broken home itu identik dengan kekerasan, kebrutalan, kenakalan. Apa dengan adanya buku ini bisa menghilangkan pemikiran orang-orang seperti itu? @SendalUkir

Yaps, semoga. Itu harapan saya! Dengan adanya buku Broken Home  Broken Dreams saya harap anggapan masyarakat terhadap anak broken home tidak lagi senegatif saat ini.


4. Berapa bulan nih, kamu kirim ke penerbit kemudian diterbitkan? Pernah ditolak penerbit? @KlubBuku_MKS

Cari penerbitnya sekitar sebulan. Iya, pernah mendapatkan penolakan dari pihak penerbit.


5. Buku Broken Home  Broken Dreams kan based true story, aku penasaran, gimana trik kamu nulis agar ceritanya menarik? @AsmaUmmu

Nulisnya pakai hati, supaya pembaca juga dapat feelnya khususnya yang "broken home" :D


6. Pernah ngerasain hilang ide pas nulis gak? @dhan88

Iya, pernah.


7. Apa kiat-kiat menulis ketika kehilangan ide menurut kamu? @KlubBuku_MKS

Beristirahat sejenak, tidak usah dipaksa buat nulis, cari inspirasi baru.


8. Kenangan broken home itu pastinya gak enak, gimana caranya kamu tetap tegar bahkan bisa menjadi inspirasi buat yang lain? @AsmaUmmu

Bangkit dari masalah dan keterpurukan, menginspirasi rekan-rekan yang senasib dengan saya itu sudah membuat saya "kuat dan tegar"


9. Kenapa mau menulis kakak? @AswanWiwi

Saat apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi orang lain, why not?


10. Menulis bisa membantu menyelesaikan masalah, menjadikan kita semakin cerdas. Menulis jodohnya membaca, kamu suka baca buku apa? @AsmaUmmu

Anehnya saya tidak terlalu maniak dalam membaca. Saya lebih suka membaca kisah-kisah atau artikel tentang kehidupan.


11. Broken home identik dengan broken love? Menurut kamu? @SendalUkir

Itulah yang harus dirubah, apalagi bagi mereka yang mengalaminya. Usahakan kedepannya tidak mengulangi kesalahan orang tua mereka.


12. Nah, ternyata @chatreenmoko bukan penggemar buku-buku. Lantas bagaimana cara kamu memperkaya tulisan? @KlubBuku_MKS

Yaps, saya bukan penggemar buku. Saya menulis lebih kepada fact of life, fakta-fakta kehidupan yang saya alami dan orang-orang di sekitar saya.


13. Ada bagian dari buku Broken Home  Broken Dreams yang paling berkesan? Yang mana? @gubukteduh

Bagian paling berkesan di buku Broken Home  Broken Dreams adalah kisah pertama dan terakhir. Dijamin nangis dan inspiring banget.


14. Siapa penulis inspirasi kamu? @AswanWiwi

Penulis inspirasi saya? Anehnya saya tidak punya x_x


15. Kesan tersendiri saat nulis? Terlebih lagi menceritakan kisah sedih bercampur haru milik orang lain. @gubukteduh

Kesan buat saya pribadi, saya lebih dewasa lagi, saya sadar ternyata masih ada yang lebih menderita dari saya.


***

Nah ini dia penampakan buku yang dari tadi dibicarakan :)

credit

Jadi, bagi teman-teman yang penasaran dengan buku Broken Home  Broken Dreams terbitan Mediakita, langsung aja cari di toko buku karena bukunya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Siapa tahu teman-teman bisa menemukan makna ketegaran dan kesabaran menjalani masa sulit hidup dari kisah-kisah nyata yang ditulis oleh kak Moko. 

Jangan pernah menjadikan broken home sebagai alasan untuk menghancurkan mimpi-mimpi kamu sendiri. Jangan biarkan kata "broken home" menghalangi kamu dalam meraih cita-cita.
Dream, believe, and make it happen.


Chatreen Moko ( Penulis buku Broken Home  Broken Dreams )
akun twitter : @chatreenmoko

Read full post »

Senin, 18 November 2013

#Sebabkamu

0 komentar
Cinta, galau, sedih, senang, dan berbagai macam luapan emosi biasanya dapat memicu "kreativitas" menulis seseorang. Yah, salah satunya adalah gua, yang lagi galau bercampur cinta (deeh, cinta campur galau gimana rasanya mas?). "Sindrom" yang baru-baru gua derita ini berdampak baik ke gua (menurut gua sih). Kemampuan gua ngetweet melankolis (kebanyakan orang bilang galau, huh! dasar gak tau seni) berkembang pesat.


Tak disangka, pucuk dicinta, ulam pun tiba. Pas banget, malamnya gua ngegalau, eh kebetulan om @1bichara muncul di timeline. Beliau lagi bersajak ria dengan para followersnya dengan hestek #sebabkamu. Ya udah, gua juga gak mau ketinggalan.


Terinspirasi dari om @1bichara yang jago banget bersajak dan sajak-sajak keren followersnya, jiwa muda gua menjadi terbakar! Membara! Bersemangat! (terbakar galaunya kalee, hahaha). Alhasil, inilah tweet-tweet sajak #sebabkamu amatiran asli buatan gua, :D
Enjoy!


#Sebabkamu ialah sajak, candu yang mampu membuatku tak pernah beranjak.

#Sebabkamu ialah hawa, yang kian terasa, rapuh di asa, namun indah karena cinta.

#Sebabkamu ialah kamu, sosok yang selalu kutunggu dalam setiap mimpiku.

#Sebabkamu ialah hujan, penyejuk diantara piluku yang kian lama kian memakan.

#Sebabkamu ialah masa lalu, sebuah cerita tentang rasa, rindu, dan sendu.

#Sebabkamu ialah rindu, yang kepergiannya menyisakan sendu.

#Sebabkamu ialah malam, selimut tenang untuk semua masaku yang kelam.

#Sebabkamu ialah teduh, tempat rinduku senantiasa berlabuh.



Read full post »

Kamis, 14 November 2013

Pilih-Pilih Dikit Bolehkan?

0 komentar
Halo semua :D

Udah lama banget nih gak pernah posting lagi di blog, ada deh kayaknya sekitar 2 bulan lamanya. Tapi setelah melewati berbagai macam aral rintangan yang menghadang selama itu, akhirnya gua bisa berteriak sekarang... "I'M BACK!!!" :D

Oke deh, cukup kayaknya yah untuk nangis harunya deh *eh. Kali ini postingan gua mungkin berasa kayak curhat gitu tapi masih berbau tips gitu. Jadi, Silahkan disimak :)

"Hidup ini mesti berbagi."

Yak, itu salah satu prinsip yang selalu gua anut dalam hidup gua. Selama itu adalah hal yang positif dan dapat dibagi manfaatnya, kenapa enggak? Iya kan? Egois banget hidup lu semua kawan kalau hidup lu cuman lu pake untuk memperkaya diri lu sendiri. Itu bakalan mempersempit wawasan dan kebahagiaan lu sendiri lho. 

Kali ini gua mau mau bagi pengalaman tentang kebiasaan gua memilih buku pada saat belanja di toko buku. Bagi gua pribadi, memilih buku untuk dibeli itu terbagi dari dua sisi penting. Pertama, pilih dari sinopsis dan dari banyaknya review recommended dari orang lain di jejaring sosial. Kedua, jika sudah dapat buku yang nyantol di hati, so pasti harus pilih dari segi fisik (kondisi) buku itu sendiri. So, check this out, sedikit cuap-cuap tentang kebiasaan gua saat membeli buku, moga bermanfaat yah :)


1. Usahakan beli yang masih bersegel.

Sebagai seorang konsumen yang tergolong pemilih, saya mengutamakan kualitas lho. Misalnya, masa sih kita semua mau membeli sesuatu dengan harga yang sama namun dengan kualitas berbeda? Kalau orang lain membayar dengan harga yang sama, kenapa saya gak boleh dapat kualitas yang sama? Atas dasar itulah, saya terbiasa membeli buku yang biasanya masih tersegel. Hmm, tapi untuk beberapa kondisi saya juga beli buku yang sudah gak bersegel sih (kondisi tertentu).


2. Periksa cover.

Bukunya mba Eka (Labirin Rasa) yang jadi contoh :)

Kondisi tersegel sebenarnya bukan jaminan untuk keutuhan fisik buku. Ketelitian pembeli diperlukan disini. Teliti kembali buku dan lihat baik-baik cover buku tersebut. Periksa dengan seksama, jangan sampai ada yang cacat seperti sobek, terkelupas, ataupun terlipat.


3. Periksa sudut-sudut buku.

Setelah mendapati cover buku dalam kondisi baik, jangan lupa periksa semua bagian dari buku tersebut. Periksa semua sisi dan sudut buku juga lho. Bandingkan kondisi hasil jilid buku yang satu dengan yang lainnya sebelum anda benar-benar membawa buku tersebut ke kasir. Usahakan pilihlah buku atau novel yang semua sisinya baik.

Lihat sisi atas :)

Sudut atasnya juga :)

Sudut bawah juga, jangan kelupaan :)

Sisi samping juga perlu diperhatikan. Biasanya kalau jilidnya jelek, bagian sini rusak gitu.

Alhasil buku yang kondisinya bagus, inilah salah satunya :)


4. Kalau buku sudah tidak tersegel lagi, gimana?

Jika buku yang mau dibeli sudah gak lagi tersegel, periksa kembali kondisi fisiknya plus buka semua halamannya, jangan sampai ada yang salah cetak atau robek. Kalian semua gak maukan membayar untuk sesuatu yang anda harap "barang bagus" tetapi ternyata "barang rusak" kan? 


Oke deh, sekian berbagi pengalama gua kali ini. Semoga bermanfaat bagi kawan semua. Mohon maaf juga kalau ada kata yang tak berkenan dalam penggunaan bahasa pada postingan ini karena semata-mata gua juga masih belajar, hehehe :D. Sampai jumpa lagi! :D
Akhir kata, selamat memilih-milih buku kesekaanmu :)

Teliti fisiknya saat membeli buku yah :)

Read full post »

Minggu, 04 Agustus 2013

#coretanhidup : Tips Biar Gak Kalap Belanja Buku

8 komentar
Haloha, selamat pagi semesta :)

Kemarin saya sudah posting tulisan yang sedikit menyinggung tentang fenomena "kalap belanja buku" (read : penyakit baru saya), hahaha. Kali ini saya mau share beberapa tips atau ulasan yang menurut saya kece banget buat teman sekalian yang kebetulan mengalami fenomena ini. Berikut beberapa tips dan ulasan sebelum berbelanja buku, biar gak kalap...

1. Sadar! Luruskan Niat

Niat itu penting lho :)
Hahaha, kedengaran aneh banget ya? Ya, tapi itu memang benar. Perlu banyak kelapangan hati untuk menerima kondisi kita yang sebenarnya (eehh, ini kok jadi gini yah?). Jika ingin mengubah sesuatu yang ada dalam diri kita, entah itu kebiasaan, tingkah laku, ataupun pola hidup, pertama-tama kita harus sadar dulu dong, hehehe. Kita gak bakalan benar-benar bisa berubah, kalau kita sendiri masih ragu apakah kita benar ingin mengubah hal yang ada dalam diri kita atau tidak. Point pentingnya, kamu harus tahu kalau kamu memang benar ingin berubah.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah sadar diri. Saya punya cara unik untuk tips yang satu ini. Hal yang perlu kamu lakukan hanyalah tatap wajahmu di cermin kemudian buka dompet kamu perlahan, lihatlah perlahan ke dalam dompetmu itu. Setelah melihat dengan seksama, menerawang ke segala sisi dompetmu, lihat kembali ke cermin, perhatikan ekspresimu :D. Kalau ceria, berarti aman...kalau cemberut, berarti warning, hati-hati belanjanya yah :D...dan kalau meringis #eh coba periksa jempol kaki kamu, siapa tau kejepit meja rias, hahaha.

Kadang kala kita sering lupa ketika berbelanja buku, terutama saya. Dengan sadar terhadap kondisi keuangan (read: dompet) kita, maka kita akan lebih awas dalam berbelanja buku.


2. Tentukan Budget

Ini contoh aja ya :D
Penyesuaian keinginan berbelanja buku dengan kemampuan keuangan yang kita miliki itu penting. Jika memang benar teman-teman, termasuk saya, punya kebiasaan yang rutin untuk berbelanja buku setiap bulan, maka menyediakan anggaran untuk kebiasaan itu menjadi hal yang sudah seharusnya dilakukan. Hal ini mungkin lebih ke arah manajemen keuangan kita sih, tapi ini ada kaitannya dengan fenomena "kalap buku".

Dengan membuat sebuah anggaran belanja besarnya tiap bulan, kita akan bisa melihat secara jelas berapa anggaran tiap kebutuhan kita. Konsistensi kita dilihat ketika kita berpegang teguh dengan apa yang telah kita tulis dalam anggaran sebelumnya. Kaitannya dengan fenomena "kalap buku" mana? Kita bisa ambil contoh seperti ini, katakan saja kita menyisihkan sebesar 150 ribu rupiah untuk membeli buku baru bulan Agustus. Mau tak mau kita hanya punya uang sebesar itu untuk beli buku baru. Jika kita menggunakan lebih, alhasil akan berimbas pada keperluan yang lain. Dengan menentukan budget belanja buku baru kita jadi lebih mudah menyesuaikan dengan mana buku yang bisa dibeli sesuai budget tersebut dan jumlah buku yang dapat dibeli.


3. List Itu Penting, Prioritas :)

Sebelum berbelanja buku, ada baiknya kita duduk dulu sebentar memikirkan buku apa yang ingin kita beli. Jika ingatan tak mampu menampung banyaknya judul buku yang ingin dibeli, ambil secarik kertas kemudian buatlah daftar / list buku-buku tersebut. Hal ini memberikan kemudahan bagi kita pastinya agar lebih mengefisiensikan waktu jalan ke toko buku, menentukan besar pengeluaran, dan menyesuaikan dengan keuangan kita. Hal ini pula juga menghindarkan kita dalam berpikir-pikir dalam memilih mana buku yang ingin dibeli, tentunya untuk menghindari "godaan" dari buku-buku baru yang lainnya itu.

Dengan adanya list atau daftar buku yang ingin dibeli, ini menunjukkan prioritas mana yang lebih dibutuhkan dan diinginkan. Secara tidak langsung kita dengan tidak sadar mensugesti diri kita agar tidak mengikuti kebiasaan "lapar mata" dalam melihat novel-novel baru.

Jika hal ini teratur dilakukan, pastinya penyakit kalap saat belanja buku dapat diminimalisir. Jangka panjang, dengan membuat sebuah list buku (sebelum belanja) atau kebutuhan lainnya juga mengajarkan kita untuk hidup hemat dan teratur, sadar akan kebutuhan.

Sebelum belanja buku, buat list dulu yuk :)

Yah, membuat list sebelum berbelanja buku adalah salah satu cara yang tepat dalam mengontrol kalapnya dalam belanja :D.


4. Tahan Diri Dong! Jangan tergoda!


Jangan pada laper mata kalau liat yang beginian yah :D
Sumber gambar disini

Terkadang ketika kita berusaha untuk melakukan sesuatu yang sangat penting tak disangka banyak godaan dan cobaan datang. Sama seperti kasus ini. Saat kita mau konsisten gak pengen kalap pas belanja buku terkadang kita khilaf. Melihat banyaknya buku baru banyak dipampang di toko buku, siapa sih bookaholic yg tahan.

Oleh karena itu kita harus kembali melihat ke awal. Kita harus konsisten dengan diri kita, harus kontrol diri terhadap "godaan". Jika tidak, semua yang akan direncanakan dan dilakukan akan sia-sia. Harus ada kesadaran dan kemampuan serta kemauan untuk menekan penyakit "lapar mata", hehehe.


5. Bawa Uang Secukupnya

Hal ini juga bisa menjadi salah satu trik yang unik. Jika kita membawa uang yang cukup atau dengan kata lain tidak terlalu banyak maka kemungkinan kita untuk membelanjakan buku yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan saat itu akan menjadi lebih kecil.


6. Datang Saat Diskon

Datang pada saat diskon adalah surga bagi para pecinta belanja buku. Ini bisa jadi sebuah trik untuk mengakali kebiasaan kita yang "kalap saat belanja buku" agar keuangan kita gak kebobolan saat belanja. Disamping hemat, dengan adanya diskon bisa nambah banyak buku yang bisa dibeli kan? Bisa dibayangkan gak kalau misalkan kita sudah menentukan budget belanja buku kita bulan ini sebesar 200 ribu rupiah untuk 4 buku. Tapi kalau kita datang pas diskon kan bisa dapat 5-6 buku kan? Asyik kan? Hehehe.

Special Price. Sumber gambar disini

Diskon. Sumber gambar disini


Itu sedikit tips dari saya. Semoga bermanfaat yah.


#coretanhidup
Read full post »

Rabu, 17 Juli 2013

#coretanhidup : Pengen Banget Buku Ini

0 komentar
Akhirnya, setelah sekian lama vacuum dan gak tau mau isi apa nih blog, satu ide muncul dalam pikiran yang ruwet ini, hehehe. Kali ini gua mau berbagi cerita tentang pengalaman, atau yang lebih tepatnya dilema kegalauan, atau apapun sebutannya ini, ntar kalian yang tafsirkan sendiri yah, hehehe.

By the way, teman-teman, kalian yang suka membaca, pernah gak kena sindrom kalap belanja kalau di toko buku? Hahaha, iya, itulah yang selalu (ulangi: SELALU) terjadi sama gua. Hal "ini" nempel di gua sejak 6 bulan yang lalu. Gua sebenernya berpikir, ini anugrah atau musibah. Kalau dompet tebel, gak masalah sih, fine aja bos..tapi kalau dompet lagi tipis, rasanya... ??!@#$$!!!! gak bisa diungkapin dengan kata-kata.

Alhasil, jalan-jalan ke toko buku menjadi jalan-jalan yang harus gua hindari kalau lagi tanggal tua. Sedih sih, tapi mesti dilakukan, kalau gak, gua gak bisa bayangin apa yang terjadi kalau uang bulanan gua habis -_-. Akhirnya...gua "puasa mata" dari yang namanya ngeliat buku bagus bin baru. Gimana gak gitu fren, ni mata kalau lagi di toko buku terus ngeliat buku baru berasa pengen beli semuanya (kebayang kan >_< ).

Yaaah, sebenarnya gua kena "sindrom kalap belanja buku" gak parah-parah amat sih. Kalapnya gua liat buku baru gak separah kayak orang yang gak makan-makan satu minggu terus ngeliat ayam goreng, hehehe. Di sisi lain, kalau gua jalan ke toko buku pasti gua bawa list buku yang pengen dibeli. Kebetulan gua juga lagi bokek, jadi masih banyak deh buku yang pengen gua punya, hehehe.

Ini dia wish list buku "idaman gua" untuk bulan ini. Mudah-mudahan gua cepet-cepet punya deh >_< .
Siapa tau teman-teman juga minat, cek aja yah, buku-buku ini keren menurut gua...

1. All You Can Eat by Christian Simamora


2. Nedera by Alexia Chen


3. Restart by Nina Ardianti


4. Unfriend You by Dyah Rinni


5. The Mocha Eyes by Aida M.A.



Yaaa, itu dia paling tidak 5 buah novel yang pengen banget gua punya, hahaha. Siapa tau teman-teman juga suka dengan buku yang di atas, berarti selera kita rada-rada mirip, hehehe.

#coretanhidup
Read full post »

Rabu, 10 Juli 2013

#coretanhidup : Puasa Pertama

2 komentar
Hiks, hiks, hiks.. (sedikit lebay yah :D)

Sedih juga rasanya awal puasa kali ini gak bisa bareng keluarga tercinta. Kegalauan menyertaiku yang notabenenya hidup sebagai perantau (tsaah :D). Yah, beginilah nasib klu orang yang merantau, hehehe. Hidup sendiri merupakan salah satu konsekuensi yang mesti kuambil sejak 4,5 tahun yang lalu demi angan masa depanku yang lebih baik. Jauh dari orang tua dan juga "orang yang disayangi" (ups, :D) pastinya udah jadi otomatis dong, gak bakalan bisa ditawar-tawar lagi. Rasa ingat kampung halaman dan masakan ortu merupakan memori terindahku dalam sebuah perantauan (menurutku sih :D). Kalau teman-teman, ada gak yang puasa pertamanya jauh dari keluarga? (klu ada kita senasib broo :D).

Any way, kembali lagi ke topik pertama kita tadi.....jengjengjeng>> "Puasa Pertama" :D.
Menurut teman-teman apa sih yang terlintas dalam benak kalian kalau mendengar dua kata ini "Puasa Pertama"?? Atau ada yang sudah membayangkan angan-angan tinggi tentang (mungkin) buka puasa bareng, kue-kue khas Ramadhan, petasan, hihihi, atau sampai ada yang membayangkan diskon Ramadhan di Mall? :D :D.

Yaaah, pastinya banyak banget pendapat maupun rencana aktivitas teman-teman tentang bagaimana moment puasa pertama. Ada juga mungkin yang punya target yang ingin dicapai di bulan Ramadhan kali ini. Saya juga punya segudang angan-angan sekaligus target sendiri dong di bulan puasa kali ini, hehehe. Karena sama-sama punya segudang rencana, kita saling mendoakan yah? :) semoga semua wish list teman-teman dalam Bulan Ramadhan kali ini tercapai... Aamiinn :)

(mulai jadi anak gaul deh :D)
Yaaak, sebenarnya gua pengen berbagi sebagian cerita deh..hmm, kayaknya satu kepingan puzzle dari hidup gua boleh dong diekspos dikit disini yak? hahaha :D. Yaak, langsung aja...gua mau sedikit keluarin imajinasi gua tentang gimana "ngenesnya" sekaligus "bedanya" gua dalam menjalani puasa pertama di bulan Ramadhan kali ini, hehehe

(kembali ke anak biasa-biasa aja deh :D)
Puasa pertama tanpa adanya keluarga tercinta, itulah yang sedang terjadi pada diriku yang malang ini. Rasa gejolak rindu berkecambuk dalam dada (hahaha :D). Aaaakkkkk, teringat bagaimana rasa opor ayam di sahur pertama khas buatan mama -_-

Yah, yang bisa dilakukan dengan kesendirian sahur pertama ini palingan cuman bisa mengenang bagaimana asyik puasa waktu jaman SD, SMP, dan SMA dulu... hihihi. Buka puasa pakai kolak pisang, biji salak (bukan biji salak beneran yah, cuman namanya aja yang sama :D), pacar cina...hmmm, yummy deh menu buka puasa dulu. Hihihi, emang kalau lagi puasa itu rasanya pengen banget yang namanya semua makanan pengen dirasa :D.

Aku sewaktu kecil juga paling suka banget sama yang namanya main petasan pas bulan puasa. Pulang tarawih, bareng teman-teman, kejar-kejaran, naik sepeda ke masjid juga pernah (aaahh, rindu masa-masa itu..). Emang kenangan menyenangkan itu paling asyik deh.. Belum lagi yang sore-sore balapan ke masjid buat ngaji, ketemu sama pak ustadz, hafalan surat pendek, dan ditambah kuis di akhir pengajian tentang hafalan surat, hukum tajwid atau pengetahuan puasa...yang jawabnya benar, pasti dapat kesempatan pulang duluan (hihihi :D).

Malamnya bareng teman-teman ke masjid.. tarawih bareng.. sambil ngisi agenda Ramadhan dan sekaligus ngeliat fenomena penceramah yang jadi "artis dadakan" gara-gara dimintai tanda tangan seusai ceramah :). Pulang tarawih yah, jalan sama temen-temen bareng (pas SD), dan juga.. nyari temen baru terutama yang cewe.. (pas SMP dan SMA..hahaha :D). Kalau diingat-ingat emang asyik bin gokil deh pengalaman puasa aku dulu waktu kecil. Sebenarnya banyak banget sih.. Dari cerita kagum sama temen pengajian, sampe cerita dapat juara lomba mengaji.. pengen deh rasanya "ditumplekin" disini, hehehe.

Singkatnya, puasa pertamaku kali ini dihiasi kesendirian tanpa keluarga. Tapi itu menyadarkanku sejenak tentang kenangan indah puasa pertama di waktu kecil, kenangan dimana yang membuat hidupku jadi lebih berwarna...

"Kenangan indah itu adalah kenangan yang tak terlupakan, yang bisa membuat kita tersenyum dan ceria ketika kita mengingatnya"

Klu teman-teman punya gak cerita unik waktu kecil terutama pas bulan puasa? share dooonnggg :D

eh, eh, eh... aku ampe lupa waktu nih :D.
Kebingungan cari inspirasi mau ngetik apa lagi, hehehe, ntar disambung lagi brooo :)

Akhir kata saya mohon maaf yah...
Saya juga mau ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, bagi yang menjalankan... :) 

#coretanhidup
Read full post »
 

Copyright © Garis Satu Kata Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger